Today is my B day, almost forgot how old I am or may be I just don't want to remember.
B day is time to make a reflection upon a person's life.
I am blessed living around warm family and close friends.
They fill my life with color
Thank you for giving me so much in life
Thank you for having me in this life
With this heart ... and this life ... I pledge my love to you all
Tuesday, November 4, 2008
My B-Day in 2008
Posted by
Trinil
at
2:38 AM
1 comments
Monday, November 3, 2008
I wish ...
Wishing could be hurting when you put your hope too high
I was there and don't want to feel that hurt again
Never will I want to wish for myself
'Cause it will be nothing but disappointed
Posted by
Trinil
at
4:27 AM
0
comments
Friday, October 17, 2008
Resignation by Big Mama
This translation below is taken from Korean song, Resignation by Big Mama.
I find the lyric is so deep and makes your heart felt the pain from the song
I was happy, the times that I spent with you, even though it must have been hard for you.
It's not that I didn't know how you felt in your heart, I felt it too.
Letting you go, just letting you go, I'm still not quite used to it.
Because this was the only thing you could do, I am hurt by you.
Why didn't you tell me? Or is that you couldn't tell me? Did you not think of me a little?
If you liked me, If you loved me. If you were gonna end it like this, why did you say all those things?
Do I have to hate you or should I blame myself?
If I could go back in time
The only thing I want is to go back to us in the past.
Why didn't you tell me? Or is that you couldn't tell me? Did you not think of me a little?
If you liked me, If you loved me. If you were gonna end it like this, why did you say all those things?
Do I have to hate you or should I blame myself?
If I could go back in time
The only thing I want is to go back to us in the past.
I won't question your choice anymore.
If you want to leave me, leave without looking back.
I wont show any tears because my heart will just get weak
Your figure moving away from me is getting blurrier, I think tears are forming.
I think I will miss you very much, but I have to hold it in so that I can forget you.
I never want to do anything like love ever again
So that my last love belongs to you who turned away from me.
I hope you are happy and that you meet a better girl than me.
Romanji Lyric
Heng bok heh ssuh, nuh wah yeh shi gan deul, ah mah doh, nuh neun him deul uh ggetji
Nuh yeh maheum eul molla ddun gun ahneeyah, nah doh neuk kyuh ssuht ji man
Nul boh neh neun geh, nuhl dduh neh boh neh neun geh, ahjikeun eeksook ha ji gah ahnah.
Geuh ruh keh halsoo upssuh ddun neehgah, won mahng seuh ruh wuh.
Weh mahl ahn het ni? ahnim moht han guhni? jogeumdo neh senggak haji ahn ahtni?
Jowah han dah myun, sarang han dah myun, eeh ruh keh ggeutnahl gguh myunsuh, weh geuh run mahleul het ni?
Nul miwuh heh yah mahn ha neun guh ni ahnimyun neh tahseul heh yah mahn ha neun guh ni?
Shi gan eul dolil soo mahn eetdahmyun
Dahshi yehjyun euhroh, dol ah gahgo shipeun maheum bbooneehyah.
Weh mahl ahn het ni? ahnim moht han guhni? jogeumdo neh senggak haji ahn ahtni?
Jowah han dah myun, sarang han dah myun, eeh ruh keh ggeutnahl gguh myunsuh, weh geuh run mahleul het ni?
Nul miwuh heh yah mahn ha neun guh ni ahnimyun neh tahseul heh yah mahn ha neun guh ni?
Shi gan eul dolil soo mahn eetdahmyun
Dahshi yehjyun euhroh, dol ah gahgo shipeun maheum bbooneehyah.
Geuh reh, duh eeh sang mootji ahneul ggeh
Neh gyut eul dduhnahgo shipdahmyun, dol ah bohji mahlgo dduhnahgah.
Noonmool eun heuleehji ahneulggeh, maheum mahn yakheh jini ggah.
Neh gehsuh muluhjin moseub eeh heuhrit hageh boyuh, noonmool eeh nahnah bwa.
Nul mahneeh geuhriwuh hal gguht gahtah. chamahyah mahn hahgetji, eet chyuh jil soo eet doh rok.
Dahshi, sarang gahteun guhn haji ahneulleh.
Neh mahjimak sarangeun dol ah sun nuhyehgeh joohgo shipuhsuh.
Hengbok ha gil bareh, nah bodah duh joeun yuhjah manna gi reul.
Posted by
Trinil
at
10:23 PM
0
comments
Sunday, October 5, 2008
Laskar Pelangi

Film yang diangkat dari sebuah novel laris karya Andrea Hirata yang menceritakan anak-anak yang punya semangat belajar di tengah segala kekurangan di sebuah pulau bernama Belitong.
Sebelum saya dikenalkan oleh novel ini, saya sudah diperkenalkan dengan pulau Belitong dan tersihir oleh keindahan alamnya yang tak kalah dari pulau dewata Bali. Pasir putih dan batu-batuan yang menghiasi pantai di sepanjang pantai dan pulau-pulau kecil di Belitong membuat siapapun yang ke sana tersihir oleh keindahan alamnya.
Hari ini, Minggu 5 Oktober 2008, saya baru saja kembali dari menonton film Laskar Pelangi bersama bunda tercinta. Jujur saya katakan, saya belum membaca novel Andrea Hirata ini jadi saya tidak akan membandingkan antara film dan novelnya. Sejak pertama kali film ini dimulai sudah di suguhi pemandangan yang indah. Pemain-pemain cilik yang notabene belum punya pengalaman di bidang seni peran, menurut saya berhasil membawakan karakter tokoh-tokoh yang mereka mainkan dengan baik. Film ini di kemas dengan sangat mudah untuk di cerna dengan disisipi kelucuan dari komentar-komentar anak-anak itu. Keharuan muncul ketika Pak Cik, kepala sekolah yang berpulang saat menjalankan tugasnya di sekolah. Puncaknya menurut saya adalah ketika Lintang harus meninggalkan sekolah karena sang Ayah yang meninggal di telan lautan dan ia sebagai anak laki-laki pertama dan satu-satunya di keluarga harus menggantikan peran sang Ayah untuk memikul tanggungjawab mencari nafkah untuk adik-adiknya. Saya tak kuasa membendung airmata ini saat adegan itu terpampang di layar putih di depan saya. Rasa sedih dan kecewa bercampur aduk di dalam hati saya, mengapa anak sepintar Lintang harus meninggalkan bangku sekolah? Namun mungkin memang sudah begitu jalan hidup yang harus mereka jalani. Saya ingat kata-kata seseorang (maaf saya lupa siapa yang pernah mengatakan kata-kata ini). Semua kejadian yang kita alami pasti ada hikmahnya, tinggal bagaimana manusia menyikapi hikmah itu, apakah sebagai hukuman atau pemacu?
Film Laskar Pelangi ini buat saya adalah salah satu film Indonesia terbaik di tahun 2008.
Posted by
Trinil
at
6:26 AM
0
comments
Satu Hari Saat Lebaran
Setelah melewati hari pertama lebaran yang menyibukkan, malam itu saya online dan browsing si Soompi mencari berita terbaru dari group musik kesayangan saya, Dong Bang Shin KI (DBSK). Disana saya menemukan pemandangan yang menyentuh hati. DBSK tampil di sebuah acara tv, SBS Chocolate dan mereka tampil bersama tamu kecil istimewa, Ye Eun. Ye Eun adalah anak perembuan berusia 6 tahun yang tidak dikarunia penglihatan. Malaikat kecil dikabarkan sebagai pemain piano yang jenius. Ia sudah bermain piano sejak usia 3 tahun, ketrampilannya bukan didapat dari pendidikan formal tapi otodidak. Hanya dengan mendengarkan sebuah lagu beberapa kali, Ye Eun bisa memainkan lagu tersebut dengan piano lewat sentuhan tangan-tangan mungilnya. Di SBS Chocolate Ye Eun mengiringi dan bernyanyi bersama dengan Dong Bang Shin Ki, mereka membawakan lagu “You Rise Me Up”. Ye Eun sempat lupa lirik lagu itu namun dengan sangat sabar para personil DBSK menuntun Ye Eun menyayikan lirik lagu tersebut. Suara mereka seperti malaikat, merduuuu sekali, amat sangat menyentuh hati. Tapi yang membuat saya semakin tersentuh adalah saat lagu telah selesai dibawakan Ye Eun langsung meminta Yunho untuk menggendongnya dan si ganteng Yunho dengan luwes menggendong seperti ia menggendong anaknya sendiri dan Ye Eun merasa nyaman dalam pelukan the leader Yunho. Pemandangan seperti ini yang membuat saya menjadi luluh. Saya punya “soft spot” jika melihat pria menggendong anak kecil, seperti melihat pemandangan yang menyejukkan. Well, anyway … I love a man who loves the kids.
Posted by
Trinil
at
6:10 AM
1 comments
Saturday, September 20, 2008
Kisah di balik air mata (tanpa ending)
Suara bunda terdengar sayup-sayup memanggil nama ku. “Hana …Han … bangun … sudah siang …kamu ke kantor enggak?” Dengan malas aku mengulet dan saat mata ini melihat jam di diding kamarku, langsung aku meloncat dari tempat tidur. Aduh … terlambat nih … mati deh … mana ada meeting pagi lagi.
Setelah mandi kilat dan dandan alakadarnya, aku langsung melesat keluar rumah demi mengejar tumpanganku, mobil paling dicari banyak orang yang punya warnanya oranye alias metromini. Dengan usaha keras akhirnya bisa sampai di kantor juga sebelum bos ku.
Sesampainya di meja kerjaku, mata ini terpaku dengan rangkaian bunga cantik yang terdapat di mejaku. Wah .. salah tempat nih … mestinya di taruh di ruangan bos … bukan di mejaku … malas banget sih … sebel deh … bikin orang GR aja. “Pak Udin, bunganya kok enggak langsung di taruh di meja Pak Bayu aja sih,” Pak Udin dengan tersenyum menjawab pertanyaan ku “Loh mbak … itu bunga kan untuk mbak Hana bukan buat Pak Bayu, makanya saya taruh di mejanya mbak.” “Buat saya..?” masih setengah syok saya memandang Pak Udin dengan tidak percaya. “Bener mbak .. saya enggak salah …kalau enggak percaya baca aja kartunya … datangnya tadi pagi-pagi banget mbak, pas saya baru buka pintu.” Dengan setengah tersenyum aku mengucapkan terima kasih kepada pak Udin. Dengan tangan sedikit gemetar aku mengambil kartu itu, sambil menarik nafas kubuka kartu nya. “Semoga bunga ini bisa menghapus air matamu, kamu jauh lebih cantik jika senyuman menghiasi wajahmu” Pengirimnya tidak membubuhkan nama. Mati deh … siapa yang melihat aku menangis kemarin?
Kemarin Pak Bayu, bosku yang ganteng tapi agak sedikit sakit jiwa itu membuat hidup ku bagaikan di neraka, karena semua pekerjaanku hari itu yang sudah dengan susah payah aku selesaikan sesuai dengan permintaan beliau di kembalikan lagi ke mejaku dengan alasan semua salah harus dikerjakan lagi semua dari awal. Satu yang buat aku marah … pekerjaan itu sudah selesai sebelum makan siang lalu beliau baru mengembalikan ke majaku jam 16:45 dan dia bilang “Hana, saya mau semua diulang lagi dari awal …karena semua salah … perhatikan dong kalau saya bicara biar enggak salah seperti ini …. Saya mau semua berkas ini ada di meja saya sebelum saya sampai kantor besok pagi!” dengan gaya bicara yang menyebalkan dan sok bossy banget, ingin sekali rasanya aku lempar sepatuku ini ke mukanya. Begitu mahluk menyebalkan itu meninggalkan ruangan ku, dengan setengah berlari aku menuju elevator, karena aku butuh udara segar. Sesampainya di taman belakang aku mecari tempat yang cukup tersembunyi dan disitu pertahananku runtuh, aku menangis, melampiaskan semua kekesalanku. Waktu itu aku yakin tidak ada orang lain berada di taman itu kecuali aku … lalu siapa yang melihatku menangis?
“Pagi Hana, berkas yang saya minta sudah ada di meja saya?” suara yang menyebalkan itu membuatku terbangun dari lamunanku. “Sudah ada di meja bapak.”jawabku datar. Pak Bayu menatapku dengan aneh lalu tatapannya tertuju pada bunga diatas mejaku. “Wah … punya penggemar juga kamu ternyata
Posted by
Trinil
at
7:16 PM
0
comments
Aku dan Pencarianku
Saat ku tersungkur bersimbah air mata
Ku coba menggapai tempat tuk bersandar
Namun semua menjauh … meninggalku sendiri
Mencoba bediri setegar karang tapi aku kembali tersungkur
Nyatanya aku hanyalah manusia, bukan sebongkah karang
Sebuah karang kan tetep berada ditempatnya berpijak walau gelombang pasang menerjang
Sedangkan Aku, berlari … dan berlari …
Betapapun lelah ku kan terus berlari ...
Walau tubuh ini limbung menanggung beban hati ...aku kan terus berlari dan berdiri
Aku yang berkelana mencari dan mencari, sampai jiwa terpisahkan dari raga ini
Posted by
Trinil
at
7:11 PM
0
comments